Menteri Perhubungan Tinjau Bandara di NTT dan NTB


foto: twitter.com/BudiKaryaS

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat pada Minggu (10/9/2017). Dalam kunjungan kerjanya tersebut, Menhub akan melakukan peninjauan ke sejumlah bandara dan pelabuhan di NTT dan NTB.

“Kunjungan kerja Menhub akan ditutup dengan peninjauan fasilitas Bandara Sultan Muhammad Salahudin di Bima,” Kata Pelaksana Tugas Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan Hengki Angkasawan, Melalu siaran tertulisnya, Sabtu (09/09/2017).

Hengki menjelaskan, kota pertama yang akan dikunjungi Menhub adalah Rote, Nusa Tenggara Timur. “Kota pertama yang akan dikunjungi Menhub pada Minggu pagi adalah Rote di NTT. Di sana, Menhub akan meninjau fasilitas Pelabuhan Pelni Rote Ndao dan meninjau fasilitas Bandara Lekunik,” jelasnya.

Setelah itu, Menhub menuju ke Waingapu, Nusa Tenggara Timur untuk meninjau fasilitas pelabuhan dan bandara. “Dari Rote, Menhub dan rombongan lepas landas ke Waingapu. Di sana, Menhub akan meninjau fasilitas Pelabuhan Waingapu dalam rangka penjajakan KSO (Kerja Sama Operasi) antara Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan  Waingapu dengan Pelindo III dan meninjau fasilitas Bandara Int’l Umbu Mehang Kunda,” tambah Hengki.

Kota terakhir yang dikunjungi Menhub adalah Bima, Nusa Tenggara Barat. “Menhub melanjutkan kunjungan kerja ke Bima. Di sana, Menhub akan menjadi pembicara dalam Kuliah Umum di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Taman Siswa Bima,” ujar Hengki.

Hengki menjelaskan, bahwa Menhub akan menyaksikan penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Bima, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero) tentang Kerja Sama Pemanfaatan Barang Milik Negara (BMN) di Pelabuhan Bima. Hengki menyebutkan, di sana Menhub akan meminta Pelindo III untuk memberikan peningkatan pelayanan kepada pengguna jasa apabila Pelabuhan Bima dikerjasamakan dengan Pelindo III.

“Maksud Kesepakatan Bersama tersebut juga sebagai dasar kesepakatan dalam pemanfaatan  Barang Milik Negara (BMN) pada fasilitas pelabuhan yang dibangun dengan menggunakan anggaran APBN, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pemeliharaan dan efisiensi pengusahaan pemanfaatan Barang Milik Negara (BMN) pada fasilitas pelabuhan yang dibangun APBN dan meningkatkan pelayanan jasa kepelabuhanan kepada pemakai jasa di Pelabuhan Bima,” lanjut Hengki.

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *