KISAH ULAT DAN KUPU-KUPU


Gambar hanya Ilustrasi

Pada suatu hari, seorang ibu membeli beberapa bunga yang akan diletakkan di halaman depan rumah. Sambil berkata kecil pada Tuhan, Ya Tuhan…Melalui bunga-bunga ini semoga nanti akan banyak kupu-kupu indah datang kerumah.

Detik berganti menit, menit berganti jam, jam berganti hari dan hari berganti minggu, namun kupu-kupu tidak jua datang. Hingga suatu hari pohon tersebut malah didatangi banyak ulat yang merambat dan bertelekan di pohon itu.

Kata kasar dan raut kemarahan muncul dari pribadi si Ibu dan mulai menyalahkan tuhan dengan berkata bagaimana sih Tuhan ini… saya minta kupu-kupu cantik, kok yang datang ulat jelek. Sambil menunjukkan kemarahan, ibu itu memindahkan bunga tersebut ke halaman belakang dan tidak mengurusnya lagi

Sebulan berselang, ibu itu telah melupakan kejadian pada bunga yang ada di depan halaman rumah.

Tepat diakhir bulan sewaktu ibu tersebut akan membersihkan halaman belakang yang menjadi jadwal rutin setiap bulannya. Betapa terkejutnya, ia melihat begitu banyak kupu-kupu yang berwarna-warni dan sangat indah memenuhi halaman belakang rumah. Kupu-kupu itu satu demi satu mulai berterbangan keluar pada saat pintu halaman belakang dibuka.

Kejadian luar biasa ini telah membuat si ibu tadi menjadi diam tertegun dan mulai meneteskan air mata, ia tidak mampu berkata-kata lagi,

Ibu tersebut hanya mampu bergumam dalam hati dengan mengatakan alangkah Indahnya halamanku saat ini, Ya Tuhan, ternyata ulat bulu yang jelek itu kini telah berubah menjadi  kupu-kupu cantik dan menawan. Seandainya dari dulu aku tahu begini akhirnya, mungkin aku akan merawatnya dan tidak terusik atas keberadaannya’

Wahai para orang tua dan guru sekalian, sering kali kita melihat dan menilai anak-anak kita seperti yang kita lakukan kepada ulat-ulat tersebut, kita merasa kesal, marah dan mengambil tindakan yang seharusnya tidak dilakukan dan terlebih-lebih kita mencoba berusaha menyingkirkan mereka.

Anak –anak itu tidak ubahnya seperti ulat yang hanya dinilai berdasarkan sisi negatifnya saja, padahal dibalik itu semua ada sebuah proses metamorfosa tersembunyi yang harus dijaga dan dipelihara sehingga mampu melewati rintangan yang mencoba mengganggu, kelak akan muncul pribadi-pribadi yang berprinsip dan benar saat mereka dewasa

Banyak para orang tua dan guru yang mengeluhkan anaknya yang hiper aktif dan tidak mau diam atau tidak bisa tenang, keras kepala dan susah sekali di atur, Atau ada juga orang tua yang mengeluhkan anaknya yang katanya pemalu dan sulit bergaul, ia lebih suka menyendiri melakukan seuatu di kamar dan anaknya cengeng sekali, ada juga orang tua yang mengeluhkan anaknya terlau cerewet dan tidak tahu malu….bahkan cenderung malu-maluin katanya.

Padahal sesungguhnya kelak anak yang hiperaktif bisa menjadi anak yang sangat dinamis dan mampu memimpin lebih dari satu perusahaan tanpa merasa kesulitan sama sekali.
Anak yang katanya pemalu dan sulit bergaul, ia lebih suka menyendiri melakukan seuatu di kamar dan anaknya cengeng sekali bisa menjadi anak yang peka dan penuh cinta kasih, Anak yang terlau cerewet dan tidak tahu malu bahkan cenderung malu-maluin katanya, bisa jadi kelak anak-anak ini akan menjadi orang terkenal karena kemampuan tampilnya didepan publik.

Begitulah sejarah telah mencatatnya, dimana anak-anak pada saat kecilnya dianggap aneh dan menyebalkan justru setelah dewasa mereka muncul sebagai orang yang mampu merubah peradaban dunia, sebut saja Thomas Alva Edison pernah di anggap bodoh karena selalu mempertanyakan jawaban gurunya, Albert Einstein seorang anak yang mengidap autisme dan merupakan anak yang terlambat bicara.

Pernahkah kita berpikir bagaimana jadinya jika ulat jelek itu akan bisa menjadi kupu-kupu yang cantik dan indah, jika kita semua selalu menganggapnya sebagai sesuatu yang aneh, menjijikkan, apalagi sampai berusaha untuk menyingkirkannya, tanpa berusaha mengawal, mengawasi serta menjaganya???

Mari kita renungkan bersama, mari menjadi orang yang sabar dan terus berpikir positif apalagi terhadap anak kita yang masih kecil, perjalanan mereka masih sangat panjang perlu bantuan untuk bermetamorfosa, mencari lingkungan yang kondusif, memberi pendidikan yang baik, sehingga kelak anak kecil itu menjadi dewasa yang membawa perubahan dalam peradaban dunia yang lebih baik, bak seekor kupu-kupu yang indah dipandang mata.

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *